Teman palsu
Tuhan... Ciptaanmu yang ini unik
Berparas baik tapi licik
Suka ngomong di belakang sambil berbisik
Kepercayaan ku di perjualbelikan
Baik dan peduliku di manfaatkan
Tapi atas nama kebersamaan
Aku jatuh dalam kesalahan
Fitnah dan cemoohan ku dapatkan
Diam yang hanya ku lakukan
Tuhan... Terima kasih
Engkau masih menumbuhkan belas kasih
Apa yang mereka mau akan ku kasih
Dari orang yang terkasih
Pintu imajinasi
Sabtu, 06 Juli 2019
Senin, 20 Mei 2019
Kritik dan esai sastra cerpen "mandikan mayatku dengan tuak"
Mandikan mayatku dengan tuak
Cerpen yang berjudul Mandikan Mayatku dengan Tuak karya M. Shoim Anwar ini menceritakan tentang kehidupan Sogol yang bekerja dengan membuka warung tuak dan dilengkapi jajanan kecil di depan rumah. Sedangkan istri Sogol yaitu Kasmini menjadi buruh cuci dan setrika dari rumah ke rumah.
“Kalau aku mati, mandikan mayatku dengan tuak,” kata Sogol sambil mengangkat gelasnya yang masih penuh.
“Mayatmu bisa jadi tape,” Dirjo menyahut.
“Dirubung semut,” Bakron menimpali.
“Hidup dari tuak, mati pun harus dengan tuak. Semua harus melaksanakan.” Tuak berwarna putih keruh itu segera ditenggak oleh Sogol. Gelasnya diberikan pada yang lain untuk giliran berikutnya.
“Ada satu lagi amanatku,” Sogol kembali angkat bicara.
“Wih, pakai amanat segala. Kayak orang top saja,” sergah Kamit.
“Ini serius. Selain dimandikan dengan tuak, saya minta diiringi tabuhan kuda lumping saat dimandikan dan dibawa ke kubur.”
“Gampang!”
Di atas merupakan kutipan bahwa sogol ketika meninggal jasadnya dimandikan dengan air tuak dan diiringi dengan tabuhan kuda lumping. Begitulah amanat yang ganjil dari seorang sogol sang penjual tuak.
Kelebihan cerpen ini adalah ceritanya sangat menarik dan penuh teka teki, sedangkan kekurangannya adalah terdapat beberapa kata yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Indonesia, misalnya pa ling, karna val, ru mah, lingka ran. Penulisan kata-kata tersebut seharusnya digabung sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Indonesia. Jadi, pembaca tidak bingung ketika membaca cerpen tersebut.
Cerpen yang berjudul Mandikan Mayatku dengan Tuak karya M. Shoim Anwar ini menceritakan tentang kehidupan Sogol yang bekerja dengan membuka warung tuak dan dilengkapi jajanan kecil di depan rumah. Sedangkan istri Sogol yaitu Kasmini menjadi buruh cuci dan setrika dari rumah ke rumah.
“Kalau aku mati, mandikan mayatku dengan tuak,” kata Sogol sambil mengangkat gelasnya yang masih penuh.
“Mayatmu bisa jadi tape,” Dirjo menyahut.
“Dirubung semut,” Bakron menimpali.
“Hidup dari tuak, mati pun harus dengan tuak. Semua harus melaksanakan.” Tuak berwarna putih keruh itu segera ditenggak oleh Sogol. Gelasnya diberikan pada yang lain untuk giliran berikutnya.
“Ada satu lagi amanatku,” Sogol kembali angkat bicara.
“Wih, pakai amanat segala. Kayak orang top saja,” sergah Kamit.
“Ini serius. Selain dimandikan dengan tuak, saya minta diiringi tabuhan kuda lumping saat dimandikan dan dibawa ke kubur.”
“Gampang!”
Di atas merupakan kutipan bahwa sogol ketika meninggal jasadnya dimandikan dengan air tuak dan diiringi dengan tabuhan kuda lumping. Begitulah amanat yang ganjil dari seorang sogol sang penjual tuak.
Kelebihan cerpen ini adalah ceritanya sangat menarik dan penuh teka teki, sedangkan kekurangannya adalah terdapat beberapa kata yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Indonesia, misalnya pa ling, karna val, ru mah, lingka ran. Penulisan kata-kata tersebut seharusnya digabung sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Indonesia. Jadi, pembaca tidak bingung ketika membaca cerpen tersebut.
Rabu, 08 Mei 2019
Kritik dan esai sastra cerpen "Di Jalan Jabal Al-Kaabah"
Di Jalan Jabal Al-Kaabah
Cerpen dengan judul di jalan Jabal Al-Kaabah ini merupakan bagian isi dari kumpulan cerpen tikus parlemen karya M. Shoim Anwar. Cerpen ini menceritakan tentang kebohongan yang dilakukan oleh anak kecil di jalan Jabal Al-Kaabah yaitu mengemis atau meminta-minta sedikit rezeki terhadap orang yang melintas jalan menuju masjidil haram, kebohongan yang anak kecil lakukan adalah berpura-pura buntung tangannya dengan wajah memelas agar orang kasihan lalu memberikan uang yang sudah mereka siapkan di pangkuan mereka. Lengan ditekuk sebatas pergelangan lantas dimasukkan ke dalam baju, begitulah cara mereka dalam mengelabuhi semua orang akan tetapi sebenarnya mereka adalah korban dari perempuan bercadar hitam yang sudah mempekerjakan mereka untuk mencari uang.
Kelebihan cerpen di jalan Jabal Al-Kaabah adalah dengan cerpen ini kita jadi tahu situasi dan kondisi yang ada di Makkah, serta hikmah dan pembelajaran bisa pembaca dapatkan.
Sedangkan kekurangan cerpen ini yaitu penggunaan kata yang kurang jelas dan terkesan kurang seru dalam membacanya, akan tetapi semua tergantung pengarang karena ini merupakan seni yang pengarang ungkapkan.
Cerpen dengan judul di jalan Jabal Al-Kaabah ini merupakan bagian isi dari kumpulan cerpen tikus parlemen karya M. Shoim Anwar. Cerpen ini menceritakan tentang kebohongan yang dilakukan oleh anak kecil di jalan Jabal Al-Kaabah yaitu mengemis atau meminta-minta sedikit rezeki terhadap orang yang melintas jalan menuju masjidil haram, kebohongan yang anak kecil lakukan adalah berpura-pura buntung tangannya dengan wajah memelas agar orang kasihan lalu memberikan uang yang sudah mereka siapkan di pangkuan mereka. Lengan ditekuk sebatas pergelangan lantas dimasukkan ke dalam baju, begitulah cara mereka dalam mengelabuhi semua orang akan tetapi sebenarnya mereka adalah korban dari perempuan bercadar hitam yang sudah mempekerjakan mereka untuk mencari uang.
Kelebihan cerpen di jalan Jabal Al-Kaabah adalah dengan cerpen ini kita jadi tahu situasi dan kondisi yang ada di Makkah, serta hikmah dan pembelajaran bisa pembaca dapatkan.
Sedangkan kekurangan cerpen ini yaitu penggunaan kata yang kurang jelas dan terkesan kurang seru dalam membacanya, akan tetapi semua tergantung pengarang karena ini merupakan seni yang pengarang ungkapkan.
Selasa, 07 Mei 2019
Kritik dan esai sastra cerpen "Tikus Parlemen"
Cerpen Tikus Parlemen
Dalam cerpen “Tikus Parlemen” yang ditulis oleh M. Shoim Anwar, di dalam cerpen tersebut pengarang menggunakan bahasa kiasan yang sering digunakan sehari-hari. Meskipun menggunakan bahasa kiasan ada yang sulit di fahami tetapi relatif sedikit, lebih memakai bahasa sehari-hari namun pengarang membuat kata-kata tersebut disusun dengan rapi dan menarik sehingga pembaca tidak mearasa bosan untuk membacanya. Bahasa yang diigunakan dalam cerpen ini mudah dipahami oleh pembacanya sehinnga makna yang ingin disampaikan oleh pengarang dapat diserap oleh pembaca.
Dalam cerpen “Tikus Parlemen” pengarang mencoba untuk menjelaskan kehidupan sosial di negara Indonesia yang serat dengan nilai-nilai keteladana yang baik kita tiru dan yang jelek kita tinggalkan. Terlihat pada sebuah cerita cerpenya yang berjudul Tikus Parlemen yang menceritakan tentang kantor parlemen yang diserang kawanan tikus dan nenyebabkan kepanikan sana sini dan tidak ada yang bertangung jawab atas hal itu, menyebabkan warga sekitar panik dan resah atas kejadian itu. Banyak sekali masyarakat kecil yang di sekitar kantor parlemen menjadi korban dari perbuatan para pejabat pimpinan tidak ada yang bertanggung jawab atas hal ini. Tanpa mereka sadari bahwa yang mereka lakukan itu berimbas pada masyarakat kecil namun bagi para penguasa yang terpenting adalah harta dan kekuasaan. Orang-orang kecil tidak bersalah harus ikut bertanggung jawab atas masalah ini.
Agar ceritanya lebih menarik pengarang mencoba untuk membungkus makna yang ingin disampaikan dengan bahasa yang sedemikian indah. Namun secara keseluruhan cerpen di atas merupan tentang kehidupan sosial yang ada di Indonesia. Seseorang yang membaca cerpen di atas secara keseluruhan akan memahami isi dari cerpen tersebut. secara keseluruhan cerpen “Tikus Parlemen” di atas sangat menarik. Cerpen di atas merupakan cerita tentang kehidupan sosial yang mungikin pernah ada di Indonesia. Nilai-nilai yang dapat kita ambil dari cerpen di atas sangat banyak salah satunya adalah nilai kejujuran dan bersaing secara sehat agar tidak ada orang-orang yang tidak bersalah menjadi korban dari perbuatan yang kita lakukan. Tetapi pada kenyataannya banyak pada zaman sekarang yang namanya kejujuran menjadi hal yang tidak penting untuk dilakukan.
Kelebihan cerpen Tikus Parlemen ini mempunyai tema tentang kehidupan sosial yang mungkin kita pernah mengalaminya. Diceritakan dengan gaya bahasa yang sangat khas dan empuk, sangat sederhana serta mudah dipahami bagi pembaca. Buku ini memberikan kesan imajinatif bagi para pembaca sehingga pembaca seolah ikut merasakan tertulis dalam cerpen yang berjudul Tikus Parlemen ini. Cerpen Tikus Parlemen mempunyai.
Kekurangan cerpen ini yaitu tentang pemilihan beberapa pemilihan diksinya yang agak sulit di fahami.
Dalam cerpen “Tikus Parlemen” yang ditulis oleh M. Shoim Anwar, di dalam cerpen tersebut pengarang menggunakan bahasa kiasan yang sering digunakan sehari-hari. Meskipun menggunakan bahasa kiasan ada yang sulit di fahami tetapi relatif sedikit, lebih memakai bahasa sehari-hari namun pengarang membuat kata-kata tersebut disusun dengan rapi dan menarik sehingga pembaca tidak mearasa bosan untuk membacanya. Bahasa yang diigunakan dalam cerpen ini mudah dipahami oleh pembacanya sehinnga makna yang ingin disampaikan oleh pengarang dapat diserap oleh pembaca.
Dalam cerpen “Tikus Parlemen” pengarang mencoba untuk menjelaskan kehidupan sosial di negara Indonesia yang serat dengan nilai-nilai keteladana yang baik kita tiru dan yang jelek kita tinggalkan. Terlihat pada sebuah cerita cerpenya yang berjudul Tikus Parlemen yang menceritakan tentang kantor parlemen yang diserang kawanan tikus dan nenyebabkan kepanikan sana sini dan tidak ada yang bertangung jawab atas hal itu, menyebabkan warga sekitar panik dan resah atas kejadian itu. Banyak sekali masyarakat kecil yang di sekitar kantor parlemen menjadi korban dari perbuatan para pejabat pimpinan tidak ada yang bertanggung jawab atas hal ini. Tanpa mereka sadari bahwa yang mereka lakukan itu berimbas pada masyarakat kecil namun bagi para penguasa yang terpenting adalah harta dan kekuasaan. Orang-orang kecil tidak bersalah harus ikut bertanggung jawab atas masalah ini.
Agar ceritanya lebih menarik pengarang mencoba untuk membungkus makna yang ingin disampaikan dengan bahasa yang sedemikian indah. Namun secara keseluruhan cerpen di atas merupan tentang kehidupan sosial yang ada di Indonesia. Seseorang yang membaca cerpen di atas secara keseluruhan akan memahami isi dari cerpen tersebut. secara keseluruhan cerpen “Tikus Parlemen” di atas sangat menarik. Cerpen di atas merupakan cerita tentang kehidupan sosial yang mungikin pernah ada di Indonesia. Nilai-nilai yang dapat kita ambil dari cerpen di atas sangat banyak salah satunya adalah nilai kejujuran dan bersaing secara sehat agar tidak ada orang-orang yang tidak bersalah menjadi korban dari perbuatan yang kita lakukan. Tetapi pada kenyataannya banyak pada zaman sekarang yang namanya kejujuran menjadi hal yang tidak penting untuk dilakukan.
Kelebihan cerpen Tikus Parlemen ini mempunyai tema tentang kehidupan sosial yang mungkin kita pernah mengalaminya. Diceritakan dengan gaya bahasa yang sangat khas dan empuk, sangat sederhana serta mudah dipahami bagi pembaca. Buku ini memberikan kesan imajinatif bagi para pembaca sehingga pembaca seolah ikut merasakan tertulis dalam cerpen yang berjudul Tikus Parlemen ini. Cerpen Tikus Parlemen mempunyai.
Kekurangan cerpen ini yaitu tentang pemilihan beberapa pemilihan diksinya yang agak sulit di fahami.
Senin, 06 Mei 2019
Kritik dan esai sastra cerpen "sisik naga di jari manis gus usup"
Sisik Naga di Jari Manis Gus Usul
Cerpen yang berjudul sisik naga di jari manis gus usup merupakan bagian dari kumpulan cerpen karya M. Shoim Anwar dalam buku tikus parlemen. Cerpen ini menceritakan tentang kesaktian batu akik dengan motif sisik naga yang melingkar di jari manis gus usup, salah satu kesaktiannya adalah ketika gus usup memakai akik itu konon gus usup tidak pernah kalah dalam bermain kartu. Ada juga kesaktian lainnya yaitu ketika berlatih tenaga dalam gus usup berkata kepada orang yang berlatih untuk mengambil akik sisik naga yang ia letakkan di lantai, dan benar semua yang berusaha mengambil terpental meski seluruh tenaga dalam sudah di keluarkan semua.
Kelebihan cerpen sisik naga di jari manis gus usup adalah bahasa dalam cerpen Sisik Naga di Jari Manis Gus Usup ini, menggunakan bahasa yang mudah untuk dipahami oleh masyarakat sehingga cocok dibaca disemua kalangan.
Sedangkan kekurangannya adalah terdapat istilah Jawa yang mungkin membuat cerita pendek ini kurang di pahami orang yang tidak paham bahasa Jawa.
Cerpen yang berjudul sisik naga di jari manis gus usup merupakan bagian dari kumpulan cerpen karya M. Shoim Anwar dalam buku tikus parlemen. Cerpen ini menceritakan tentang kesaktian batu akik dengan motif sisik naga yang melingkar di jari manis gus usup, salah satu kesaktiannya adalah ketika gus usup memakai akik itu konon gus usup tidak pernah kalah dalam bermain kartu. Ada juga kesaktian lainnya yaitu ketika berlatih tenaga dalam gus usup berkata kepada orang yang berlatih untuk mengambil akik sisik naga yang ia letakkan di lantai, dan benar semua yang berusaha mengambil terpental meski seluruh tenaga dalam sudah di keluarkan semua.
Kelebihan cerpen sisik naga di jari manis gus usup adalah bahasa dalam cerpen Sisik Naga di Jari Manis Gus Usup ini, menggunakan bahasa yang mudah untuk dipahami oleh masyarakat sehingga cocok dibaca disemua kalangan.
Sedangkan kekurangannya adalah terdapat istilah Jawa yang mungkin membuat cerita pendek ini kurang di pahami orang yang tidak paham bahasa Jawa.
Kritik dan esai sastra cerpen "Bambi dan Perempuan Berselendang Baby Blue"
Bambi dan Perempuan Berselendang Baby Blue
Cerpen dengan judul bambi dan perempuan berselendang baby blue merupakan bagian dari kumpulan cerpen tikus parlemen karya M. Shoim Anwar. Cerpen ini menceritakan tentang kebusukan Bambi sang pengacara sekaligus penari salsa yang berbadan gemuk dan berkulit gelap, kebusukannya yaitu mempermainkan uang dimana yang memberinya uang itulah yang akan menang. Selain itu kebusukan yang ada pada Bambi adalah menjalin hubungan dengan wanita malam yang dia ingini.
Kelebihan cerpen Bambi dan perempuan berselendang baby blue yaitu pengarang bisa membuat pembaca emosi seiring berjalannya cerita dan bisa membuat merasakan bagaimana jika apa yang dialami tokoh aku bisa dirasakan oleh pembaca.
Kekurangan cerpen ini adalah adanya bahasa Inggris yang terkadang pembaca kurang mengerti arti maupun istilah yang dimaksud pengarang, akan tetapi ini bisa nilai positif karena bisa menambah wawasan serta kosakata keinggrisan kita.
Cerpen dengan judul bambi dan perempuan berselendang baby blue merupakan bagian dari kumpulan cerpen tikus parlemen karya M. Shoim Anwar. Cerpen ini menceritakan tentang kebusukan Bambi sang pengacara sekaligus penari salsa yang berbadan gemuk dan berkulit gelap, kebusukannya yaitu mempermainkan uang dimana yang memberinya uang itulah yang akan menang. Selain itu kebusukan yang ada pada Bambi adalah menjalin hubungan dengan wanita malam yang dia ingini.
Kelebihan cerpen Bambi dan perempuan berselendang baby blue yaitu pengarang bisa membuat pembaca emosi seiring berjalannya cerita dan bisa membuat merasakan bagaimana jika apa yang dialami tokoh aku bisa dirasakan oleh pembaca.
Kekurangan cerpen ini adalah adanya bahasa Inggris yang terkadang pembaca kurang mengerti arti maupun istilah yang dimaksud pengarang, akan tetapi ini bisa nilai positif karena bisa menambah wawasan serta kosakata keinggrisan kita.
Senin, 22 April 2019
Kritik dan esai sastra cerpen "janji ketua parlemen"
Kritik dan Esai Sastra Cerpen “Janji Ketua Parlemen”
Cerpen yang berjudul Janji Ketua Parlemen merupakan kumpulan cerpen dari buku Tikus Parlemen karya M. Shoim Anwar. Cerpen ini menceritakan tentang Prabandari sang mahasiswi psikologi yang tegas dalam pendirian, matang, dan rasional. Prabandari berambisi menemui ketua parlemen hingga terjadi kejar mengejar diantara keduanya, entah dari lantai dasar ke lantai dua lalu ke bilik tempat pribadi ketua parlemen sampai ke ruang komisi kemudian ruang fraksi hingga ke kafe pinggir jalan. Tujuan dari semua itu hanyalah ingin menagih janji dari ketua parlemen karena sudah menghamili teman kuliahnya. Cerpen ini sangat menarik karena ceritanya begitu penuh semangat akan perjuangan Prabandari dalam mengejar ketua parlemen yang tidak bertanggung jawab atas janjinya.
Akan tetapi cerpen ini menurut penulis masih ada kekurangannya yaitu adanya campur bahasa jawa dalam isinya karena pembaca tidak selalu dari orang jawa dan paham bahasa jawa seperti kata hidungnya bangir yang dalam bahasa Indonesia artinya hidungnya mancung.
Kelebihan dari cerpen ini yaitu pemilihan kata yang digunakan dalam merangkai kalimat sangat baik sehingga pembaca tidak bosan dan ingin terus menantikan kelanjutannya.
Cerpen yang berjudul Janji Ketua Parlemen merupakan kumpulan cerpen dari buku Tikus Parlemen karya M. Shoim Anwar. Cerpen ini menceritakan tentang Prabandari sang mahasiswi psikologi yang tegas dalam pendirian, matang, dan rasional. Prabandari berambisi menemui ketua parlemen hingga terjadi kejar mengejar diantara keduanya, entah dari lantai dasar ke lantai dua lalu ke bilik tempat pribadi ketua parlemen sampai ke ruang komisi kemudian ruang fraksi hingga ke kafe pinggir jalan. Tujuan dari semua itu hanyalah ingin menagih janji dari ketua parlemen karena sudah menghamili teman kuliahnya. Cerpen ini sangat menarik karena ceritanya begitu penuh semangat akan perjuangan Prabandari dalam mengejar ketua parlemen yang tidak bertanggung jawab atas janjinya.
Akan tetapi cerpen ini menurut penulis masih ada kekurangannya yaitu adanya campur bahasa jawa dalam isinya karena pembaca tidak selalu dari orang jawa dan paham bahasa jawa seperti kata hidungnya bangir yang dalam bahasa Indonesia artinya hidungnya mancung.
Kelebihan dari cerpen ini yaitu pemilihan kata yang digunakan dalam merangkai kalimat sangat baik sehingga pembaca tidak bosan dan ingin terus menantikan kelanjutannya.
Langganan:
Postingan (Atom)
Teman palsu
Teman palsu Tuhan... Ciptaanmu yang ini unik Berparas baik tapi licik Suka ngomong di belakang sambil berbisik Kepercayaan ku di perj...
-
Cerpen Tikus Parlemen Dalam cerpen “Tikus Parlemen” yang ditulis oleh M. Shoim Anwar, di dalam cerpen tersebut pengarang menggunakan bah...
-
MOJOK Di sudut ruang hamba berpasrah Segala apa yang diberikan siap diterima Tuhan... Aku memang bukan ahli ibadah Tapi terkadang a...
-
Teman palsu Tuhan... Ciptaanmu yang ini unik Berparas baik tapi licik Suka ngomong di belakang sambil berbisik Kepercayaan ku di perj...





