Senin, 22 April 2019

Kritik dan esai sastra cerpen "janji ketua parlemen"

Kritik dan Esai Sastra Cerpen “Janji Ketua Parlemen”

Cerpen yang berjudul Janji Ketua Parlemen merupakan kumpulan cerpen dari buku Tikus Parlemen karya M. Shoim Anwar. Cerpen ini menceritakan tentang Prabandari sang mahasiswi psikologi yang tegas dalam pendirian, matang, dan rasional. Prabandari berambisi menemui ketua parlemen hingga terjadi kejar mengejar diantara keduanya, entah dari lantai dasar ke lantai dua lalu ke bilik tempat pribadi ketua parlemen sampai ke ruang komisi kemudian ruang fraksi hingga ke kafe pinggir jalan. Tujuan dari semua itu hanyalah ingin menagih janji dari ketua parlemen karena sudah menghamili teman kuliahnya. Cerpen ini sangat menarik karena ceritanya begitu penuh semangat akan perjuangan Prabandari dalam mengejar ketua parlemen yang tidak bertanggung jawab atas janjinya.

Akan tetapi cerpen ini menurut penulis masih ada kekurangannya yaitu adanya campur bahasa jawa dalam isinya karena pembaca tidak selalu dari orang jawa dan paham bahasa jawa seperti kata hidungnya bangir yang dalam bahasa Indonesia artinya hidungnya mancung.

Kelebihan dari cerpen ini yaitu pemilihan kata yang digunakan dalam merangkai kalimat sangat baik sehingga pembaca tidak bosan dan ingin terus menantikan kelanjutannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Teman palsu

Teman palsu Tuhan... Ciptaanmu yang ini unik Berparas baik tapi licik Suka ngomong di belakang sambil berbisik Kepercayaan ku di perj...